Analysis Of Islamic Values In The Inai Burdah Dance (Integration Of Religion And Culture In The Wedding Ceremony Of The Malay Community In Kualuh Leidong Subdistrict, North Labuhan Batu Regency)

Authors

  • Eliza Zannati Munthe Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Hasan Sazali Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33751/jhss.v10i1.29

Keywords:

Culture, Wedding customs, Inai dance

Abstract

The Inai Burdah dance is a Malay cultural tradition with religious significance. This research aims to analyze the Islamic values contained in the Inai Burdah dance and understand how the integration of religion and culture is manifested in the wedding ceremony of the Malay community in Kualuh Leidong District. The method used is a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation. The results show that the Inai Burdah dance contains Islamic values such as politeness, honesty, tolerance, discipline, hard work, and movement, as well as the structure of the ceremony. Previous research by Yunia Permadani Putri Efendi (2019) on Bordah music highlights its role in cultural identity, but does not examine Islamic values. This research analyzes the Islamic values in the Inai Burdah dance in Kualuh Leidong District. The strength of this research is its in-depth analysis, but its limitation is the limited sample size, making the results less generalizable. This tradition is a real manifestation of the acculturation between local culture and Islamic teachings.

References

[1] Abu Bakar, H. (2024). Makna Tradisi Ccecah Inai Dalam Perayaan Pernikahan di Natuna.

[2] Adhi Kusumastuti dan Ahmad Mustamil Khoiro. (2019). Metode Penelitian Kualitatif.

[3] Agus Santoso, R. K. D. P. (2021). Buku Siswa Sosiologi Kelas 10.

[4] Al-Quran NU.(2019)

[5] Ariesa Pandanwangi, Y. C. I. I. A. (2022). Buku Ajar Kreatif Visual.

[6] Imam Musbikin. (2021). Pendidikan Karakter.

[7] Indah Septia Lestari. (2023). Tepuk Tepung Tawar Pengantin Baru Sebagai Tradisi Budaya Mrlayu dan Media Pendidikan (Vol. 2).

[8] Irwan, A. (2006). Dialektika Natur, Kultur, dan Struktur: Analisis Konteks, Proses, dan Ranah dalam Konstruksi Bencana, Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

[9] Iwan. (2020). Meraawat Sikap Sopan Santun Dalam Lingkungan Pendidikan. 4.

[10] Lukmanul Hakim, I. M. (2019). Pendidikan Karakteristik Rasa Ingin Tahu Melalui Pembelajaran Konstruktif Dalam Kisah Musa dan Khidir. 1.

[11] M Najamudin Aminullah. (2017). Akulturasi Islam dengan Tradisi Perkawinan Masyarakat Bangsawan Sasak( Studi di Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah).

[12] M. Nasir & Arman. (2024). Kebutuhan Pribadi.

[13] M. Syap Repin, D. (2023). corak budaya provinsi jambi. In r. imam suwardi wibowo ade bayu syahpytra (Ed.), corak budaya provinsi jambi.

[14] Martiman Suaizisiwa. (2023). Pendidikan Karakter di Era Digital.

[15] Muhammad Alian Noor. (2022). Kebudayaan Dalam Pendidikan.

[16] Muhammad Fandi Syaputra, D. S. S. (2023). Kecamatan Kualuh Ledong Dalam Angka 2023, BPS Kabupaten Labuhanbatu Utara.

[17] Muhammad Fandi Syaputra, D. S. S. (2024). Kecamatan Kualuh Ledong Dalam Angka 2024, District In Figures.

[18] Muryanto. (2019). Mengenal Seni Tari.

[19] Nainusin. (2023). Makan dan Simbol Akulturasi Budaya pada Bangunan Masjid.

[20] Nur A Khatim. (2018). Kajian Sejarah dan Peran Sosial.

[21] nurul pathiyah,azizah hhanum ok, junaidi arsyad. (2024). nilai pendidikan karakter islami pada tari inai dalam upacara adat pernikahan masyarakat melayu kabupaten labuhan batu utara. Tawazun, 27.

[22] Putu Yoga Purandina, dkk. (2022). Membangun Pendidikan Karakter.

[23] S. H. Sazali. (2021). Tari Inai: Identitas Budaya Masyarakat Desa Kuala Bangka, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

[24] Santy Afriana & Nur Hidayat. (2022). Internalisasi Nilai Keagaman dalam Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan. 6.

[25] Sindu Mulianto, dkk. (2006). Panduan Lengkap Supervisi dipekaya Perspektif Syariah.

[26] Sitti Hasnidar. (2019). Pendidikan Estetika dan Karakter Peduli Lingkungan Sekolah. 31.

[27] Slameto. (2010). No Title.

[28] Sugiono. (2019). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D.

[29] Wikipedia. (2025, December 4). Bahasa Melayu Kualuh. Https://Id.Wikipedia.Org/Wiki/Bahasa_Melayu_Kualuh#,Diakses.

[30] yayuk asmiah. (2022). etnobotani tumbuhan yang digunakan pada upacara pernikahan dan mengayunkan anak oleh masyarakat melayu kualuh leidong.

[31] Yunia Permadani Putri Efendi. (2019). Komunikasi Antarbudaya : Akulturasi Bahasa Dalam Masyarakat Pendalungan Kabupaten Jember.

Downloads

Published

23-01-2026

How to Cite

Munthe, E. Z., & Sazali, H. (2026). Analysis Of Islamic Values In The Inai Burdah Dance (Integration Of Religion And Culture In The Wedding Ceremony Of The Malay Community In Kualuh Leidong Subdistrict, North Labuhan Batu Regency). JHSS (Journal of Humanities and Social Studies), 10(1), 94–101. https://doi.org/10.33751/jhss.v10i1.29